Renta
December 12th, 2006 by wiedieRenta……..fisik yang kini mudah rapuh tapi bukan karena dimakan usia. Ada sebetik lelah di raut wajah…bukan luka ataupun duka. Ku tatap dirinya dalam bayanganku…..dia benar-benar renta…….disekap kesunyian dalam sendiri, dipasung oleh waktu dalam kebisuan, dipenjara oleh diri sendiri, dia tak mampu mengubah apa - apa…..yang dia mau bukan kesia - sia an. Aku tau …..meski dia tertatih meraih mimpinya dalam nanr matanya ada tujuan yang selama ini cari………pelabuhan dimana hatinya akan bermuara. Menemukan dermaga untuk dapat sandarkan harapan juga impiannya …….dalam nanar matanya kutahu bahwa perjuangannya bukanlah sia-sia. hanya saja waktu belum berpihak padanya. Bayanganku disini hanya mampu menatap….hanya mampu berharap………Tuhan jangan kau sembunyikan impian yang selama ini dia impikan……..Jangan Engkau campakan deritanya, Berilah dia setitik kebahagiaan meski hanya sesaat namun berarti……Dalam kerentaannya……..dia tak pernah menyerah kalah…….dia sadari itu……karena Engkau Penciptanya……..juga Pelindung baginya. Dalam rentanya……sesungguhnya ia tegar………setegar karang yang tak lekang di hempas gelombang………
Semua Telah Berganti
December 4th, 2006 by wiedieWaktu berganti……….tiada terasa penghujung bulan datang kembali, semua berlalu tiada terasa……..belum juga hilang dalam ingatan Tahun Baru………eh didepan udah mo tahun baru lagi….., gak terasa usia semakin berkurang, tetapi belum juga menghasilkan apa-apa. tetap dalam kesendirian….yang sama. Rapuh……..mencari tempat pijakan sendiri, andai saja waktu berpihak padaku mungkin cerita tak sesepi hati ini. Meski sedikit semangatku untuk tetap bertahan………hingga asa tergenggam…….!!!semogaaaaa
Kesendirian Yang Bermakna
November 17th, 2006 by wiedieTerdesak oleh ruang dan waktu dalam sendiri, sesak….dan ingin meledak……kutatap sisi ruang hati,sendiri bukan berarti sepi……ku putar lagu LETTO…….kubenamkan diri dalam bait-bait sajak bisoe……..pikiran berkelana mencari tempat berlabuh, lalu……….kutemukan makna bahwa…….bahwa sendiri bukan berati terpuruk……ada hikmah bahwa sendiri adalah posisi yang terbaik dalam menemukan kebaikan dalam diri……..
Lebaran …..!!!
October 16th, 2006 by wiedieSPECIAL DAY…..IDUL FITR
October 13th, 2006 by wiedieTiada Kata Seindah Dzikir
Tiada Bulan Seindah Ramadhan
Izinkan AKU Menghatur Maaf
Atas Lisan Yang Tak Terjaga
Atas Janji Yang Terabaikan
Atas HAti Yang Berprasangka
Dan Sikap Yang Menyakitkan
MINAL AIDZIN WALFAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR & BATHIN…………..
see you all…my friend on 01 November 2006
Gunung dan Hutan Telah Menjadi Kerontang
October 8th, 2006 by wiedieWarna nya sudah tak lagi Hijau…..
Cuacanya sudah tak lagi sejuk…….
Gemericik air mengalir menuju hulu pun
Sudah tak terdengar….
Bukan hanya kau……yang kesepian……
Kisah yang pernah kau cipta
Gunung dan hutanmu yang menghijau…..
Embun yang selalu menyentuh lembut kulit tubuhmu….
Meski dingin gigilkan tubuhmu
Tapi mereka adalah sahabatmu
Mereka berubah menjadi kuning…kering….
dan sungai tak lagi menangis…
Tuk mengalirkan air yang jernih dan menyejukkan….
Kesepian itu bukan hanya milikmu….
Tapi milik mereka yg menghargai alam…
menghormati ciptaan Tuhan
Hijau kini tak lagi milik kita…..
Sejuk bukan lagi milik kita…..
Semua menjadi gersang….
Kesepian ….semakin kerontang….
Jelagaku Berubah Telaga
September 19th, 2006 by wiedieMalam telah menjadi sepi
Resah kini menghampiri
Masih dapoat ku tembus fatamorgana itu
Masih saja samar…….
Menyembunyikan sesosok tubuh
Yang belum dapat ku kenali dirinya
Siapakah dia……?
Dimanakah dia….?
Hingga diparuh usiaku
Belum dapat kutatap dirinya
Masih dalam bayangan yang sama
Ia…mengahampiri………hanya menatap……..lalu pergi
Masih tetap tak jelas..siapakah dia……..bagiku
di ujung malam……..
telah hadirkan jelaga di kelopak mataku
Masihkan akan panjang penantianku
Tuhan…….
Aku masih disini……..sabar
menanti……dia menghampiri
Dengan segala keikhlasan
Tapi tak dapat kupungkiri……
Jelagaku telah menjadi telaga
Di relung jiwa terdalam
Tuhan………….aku masih sanggup menunggu
Hingga tutup usiaku
Semoga…..jelaga yang telah menjadi telaga
Kan hantarkan aku
Pada Keridho’an Mu
Sabarku………….kulalukan
Hanya pada Mu
Hingga dia……
yang telah berikan tulang rusuknya untukku
Hadir…….dalam naungan Cinta Mu ya Rabb….
Insya4JJI…………….aku masih sanggup
Menunggu…..!!!!
Gending Jiwa Jogjakarta
June 22nd, 2006 by wiedie
Kami julurkan kedua tangan kami
Dengan tangan ini kami bagi tenaga kami
Kami bagi senyum serta tawa kami
Kami bagi waktu kami ……..lebur merasakan apa yg mereka rasakan
Bangkitlah…………
Jangan kau endap luka yang telah meradang hitam
Resapi dibalik hikmah yang telah tercipta
Kembalikan senyum juga tawa anak cucu kita
Jangan berpaling dari Tuhanmu
Karena Tuhan adalah cinta……..
Dan Cinta adalah Tuhan………
Bumi bukan semakin renta
Tetapi muak akan penjarahan yang dilakukan manusia
Menjarah isi perut bumi……
Menjarah peradaban menjadi tumpukan dosa
Menjarah perasaan rakyat jelata
Bumi ini menjadi sakit………….
Tuhan tidak berpaling………..untuk itulah Dia…..ingatkan kita
Agar menjaga apa yang sudah diwariskan
KEBAIKAN………..KEJUJURAN……..CINTA……….
Bangkit………….lihat pijar cahaya masa depan
Dari wajah anak cucu kita…….
Jogjaku kembali menjadi berseri…..dan berhati nyaman……
by chah_ndableq@yahoo.com
do’a
May 19th, 2006 by wiedie
Kadang manusia selalu lupa akan arti sebuah do’a………….mereka larut mencari keindahan serta kenikmatan dunia……..mereka tak menyadari atau memang mereka gak peduli………….akan hari akhir……terlena dengan keindahannya dunia….., bahkan mereka gak peduli dengan sesama yang hidup di bawajh garis kemiskinan, sedekah pun di abaikan, sholat ditinggalkan, puasa……..dilewatkan…..asyik menumpuk dosa……..duh….Tuhan inikah tanda - tanda kemunduran akhlaq………..mereka akan sadar jika sudah diberi musibah….barulah mereka ingat akan Do’a……………ironis ……..tapi inilah kenyataan yang ada………..kemiskinan dicaci maki……..menyumpah pada Tuhan akan deritanya, gelimang harta tak juga membuat mau bersedekah atau berbagi dengan kaum duafa…….dunia semakin renta, mulai terbatuk batuk………mulai banjir……..mulai membadai….meluluhlantakkan isinya, sesungguhnya jika mereka sadari ….itu adalah teguran atau memang alam enggan bersahabat lagi dengan kita……penghuninya……………jangan jauh dari Do’a…….mohonlah ampun pada Tuhan………..kembali pada makna Do’a itu sendiri……panjatkan dengan penuh ketawadhu’an………Do’a………………..!
